Satu-Satunya Profesor Ilmu Fiqih Syasah di Indonesia

IMG_1616 RAMAH, gampang tersenyum namun tetap tampak berwibawa itu kesan pertama ditangkap RB saat bertatap muka langsung dengan rektor pertama IAIN Bengkulu, Prof. Dr. H Sirajuddin, MM. Ag, MH di ruang kerjanya, Kamis (20/9) lalu. Dia juga tipe yang tak sulit ditemui, malahan RB langsung diterima di ruang kerjanya tanpa terlebih dahulu membuat janji atau menjadwalkannya terlebih dahulu.
Ayah dari M Arif Rahman Hakim, S.Pd, Ulya Rahmanita dan Anis Akhwan Dahafin, memang dikenal sebagai sosok yang familiar, sederhana dan tipe pekerja keras. Karena itu keuntungan tersendiri bagi STAIN Bengkulu, satu-satunya perguruan tinggi negeri Islam di Bengkulu waktu itu diketuai Sirajudin. Buah perjuangannya, STAIN beralih status menjadi IAIN Bengkulu, melalui proses yang cukup panjang yang memang telah lama diidam-idamkan masyarakat Bengkulu.
Memang bukan perjuangan Sirajudin sendiri, karena melibatkan sivitas akademika STAIN lainnya serta pemerintah daerah. Namun harus diakui peran pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan, 7 Maret 1960 ini cukup sentral. Dia mulai menujukkan dedikasi yang tinggi untuk memajukan perguruan tinggi Islam ini sejak ditugaskan ke Bengkulu tahun 1992 sebagai dosen di STAIN yang saat itu masih Cabang Palembang. Tahap demi tahap tahun 1997 STAIN Bengkulu mandiri tidak lagi Cabang Palembang.

Advertisements

Posted on October 30, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: